Sewa Proyektor Murah Jogja

Ready 24 Jam Gratis Ongkir Pelayanan Terbaik

Blog Hubungi Kami

Mengapa Memilih Kami ?

Harga Murah Pasti
Pelayanan Prima
Barang Berkualitas
Tentang Kami

Sewa Proyektor

Professional Rent Proyektor

Kami menyediakan proyektor dan screen berbagai jenis proyektor, mulai dari proyektor nobar, meeting, hingga konser

Kami menyediakan jasa sewa ata rental proyektor dan layar lebar, dengan berspesialisasi pada bidang yang kami, kami harap kami akan menjadi layanan terbaik di area Jogja dan sekitarnya.

Services

Sewa Proyektor

Kami Menyediakan Proyektor Segala Jenis dan Merk, Dari Lumens 3500-10000

Sewa LCD dan Screen

Kami Menyediakan Berbagai Jenis Layar dari 70"x70" sampai 120"x120"

Sewa Alat Multimedia

Kami Menyediakan Berbagai kebutuhan Multimedia Seperti VGA, dll

Proses Mudah

Cukup hubungi Tim Support Kami, Tanpa Syarat yang berbelit

Our Blog

Kendala Pengunaan Proyektor Bagi Guru Dalam Kegiatan Belajar Mengajar



Perkembangan teknologi makin pesat dan telah menyebar keseluruh aspek kehidupan, beralihnya teknologi dari manual ke komputer menjadikan seseorang harus mampu mengikuti perkembangan ini, hal ini dilakukan agar mampu bertahan didunia bisnis maupun pekerjaan lainnya. Salah satu pekerjaan yang mengikuti perkebangan teknologi adalah pendidikan. Pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga Universitas telah banyak mengikuti perkembangan teknologi seperti alat tulis beralih ke proyektor. Tetapi ternyata masih banyak sekolah dan guru yang belum mengunakan perkembangan teknologi seperti proyektor, apa saja kendala yang mereka hadapi hingga belum mengunakan proyektor? pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih dalam kendala pengunaan proyktor bagi guru dalam kegiatan belajar mengajar.
            Proyektor merupakan alat optic yang mampu memproyeksikan gambar dengan ukuran besar mulai dari ruangan kecil, ruangan besar, ditempat tertutup hingga terbuka. Hadirnya proyektor terutama dibidang pendidikan dianggap mampu menjawab kendala yang dihadapi para pengajar dan siswa. Biasanya pada ruangan besar dengan jumlah siswa yang banyak, pengajar mengalami kendala dalam penyampaian pemahaman materi dan waktu yang terbatas menjadikan siswa sulit untuk mengerti materi yang disampaikan. Dengan adanya proyektor permasalahan ini mendapatkan solusi, pengajar dapat menyampaikan materi dengan hasil tampilan yang besar sehingga dapat dilihat semua siswa, Siswa pun dapat mempraktekan langsung atau menulis materi yang disampaikan tanpa terkendala oleh penglihatan yang kurang jelas.
            Keuntungan yang diperoleh ketika mengunakan proyektor, menjadikan alat optic ini media pembelajaran yang efisien. Mulai dari waktu, tempat dan suasana kelas. Aspek tersebur diperoleh pengajar maupun siswa.

  1. Waktu
Proyektor yang sahabat gunakan menawarkan kelebihan berupa efektifitas waktu. Dengan menggunakan proyektor, pengajar tidak perlu menulis materi dipapan, cukup menampilkan file yang telah dibuat sebelumnya. Selain itu, dengan mengunakan proyektor pengajar dapat menampilkan kembali file sebelumnya ditempat atau kelas yang berbeda. Dengan demikian, waktu yang seharusnya untuk menulis materi dipapan dapat digunakan untuk menjelaskan atau sesi tanya jawab dengan murid kelas. jelas.
Sedangkan untuk siswa, pengunaan proyektor menjadikan siswa lebih mudah memahami materi yang dijelaskan. Selain itu, siswa tidak perlu menunggu guru mencatat materi yang akan disampaikan, siswa cukup mencatat point-point yang penting sehingga masih banyak waktu yang tersedia untuk mendalami materi yang dibahas.

  1. Tempat
Tempat atau ruangan untuk menyampaikan materi tentu berbeda-beda, hal ini terkadang menjadikan permasalahan tersendiri. Diruang yang besar, siswa mengalami kesulitan membaca tulisan dipapan sedangkan pemateri mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi. Dengan mengunakan proyektor kendala ini dapat teratasi, proyektor dapat menampilkan gambar yang besar sehingga siswa dapat membaca materi dengan mudah, fitur yang terdapat pada proyektor membantu pengajar dalam menyampaikan materi.
Tempat menyampaikan materi, baik ruangan yang kecil maupun besar tidak menjadi kendala ketika pemateri mengunakan proyektor. untuk ruangan terbuka, proyektor dapat dikondisikan sesuai dengan lingkungannya. Hal inilah yang menjadikan proyektor alat belajar yang baik.

  1. Suasana Kelas
Suasana dikelas di SD, SMP, SMA hingga perkuliahaan memiliki situasi yang berbeda-beda. Suasana ini terkadang membuat pengajar kesulitan menyampaikan materi. Misalnya; diruang SMA, anak-anak lebih focus terhadap gadjet sehingga penyampaian materi terhambat. Dengan proyektor yang dapat menampilkan tulisan serta gambar bergerak menjadikan suasana kelas lebih hidup dan kosentrasi siswa terfokus terhadap pelajaran. 

Keuntungan yang diperoleh pengajar maupun siswa ketika mengunakan proyektor telah disadari oleh banyak pihak, proses belajar mengajar mengunakan proyktor dinilai mampu menjawab masalah yang terjadi didunia pendidikan. Apakah semua sekolah sudah mengunakan proyektor? ternyata belum. Masih terdapat beberapa kendala yang menyebabkan proyektor belum digunakan disemua tingkat sekolah. Berikut beberapa kendala pengunaan proyektor bagi guru dalam kegiatan belajar mengajar: 

1.      Proyektor merupakan alat yang mahal.
Seperti yang telah kita ketahui, harga proyektor tergolong mahal. Hal inilah yang menjadikan beberapa sekolah belum mengunakan proyektor pada proses belajar mengajarnya. 

2.      Pengajar tidak dapat mengoperasikan proyektor
Salah satu kendala yang dihadapi ketika pengajar tidak mengunakan proyektor sebagai media pembelajaran adalah pengajar yang tidak dapat mengoperasikan proyektor. sehingga proyektor yang terdapat dikelas tidak digunakan. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan pelatihan mengoperasikan proyektor terhadap guru.

3.      Proyektor tidak tersedia disekolahan
Tidak tersedianya proyektor didalam kelas merupakan salah satu kendala yang mejadikan proses belajar mengunakan proyektor terhambat. 

4.      Lebih nyaman dengan metode ceramah
Sebagian guru merasa kurang nyaman mengunakan proyektor, metode ceramah dinilai lebih  membuat nyaman pengajar dan siswa. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan jadwal seminggu 1-2x mengunakan proyektor, sehingga pengajar dapat beradapatasi dengan kehadiran proyektor. 

Kendala yang terjadi saat pengajar enggan mengunakan proyektor dapat diatasi dengan kerjasama dan dukungan dari semua pihak, agar proses belajar mengajar mengunakan proyektor dapat berjalan dengan lancar. Proyektor sebagai media pembelajaran tentunya menguntungkan semua belah pihak, sehingga siswa dapat mudah memahami materi dan pengajar mendapat kelonggaran waktu dalam mengajar. Demikian sahabat beberapa kendala pengunaan proyektor bagi guru dalam kegiatan belajar mengajar, semoga bermanfaat.

Lebih Jauh Lagi Tentang LCD Proyektor

Sahabat
Proyektor merupakan alat yang sudah tidak asing lagi. Mungkin diantara sahabat, proyektor telah menjadi salah satu alat yang mendukung pekerjaannya. Tetapi, tidak semua paham tentang proyektor. berikut beberapa hal yang perlu sahabat ketehaui seputar proyektor.
Proyektor adalah alat yang dapat memproyeksikan cahaya berupa gambar pada sebuah bidang datar. Bidang yang digunakan berupa layar proyektor, untuk beberapa situasi terkadang ada yang mengunakan dinding sebagai bidang datarnya.

Fungsi dari proyektor

Sahabat, proyektor yang digunakan berfungsi untuk membantu kerja manusia. Dengan menggunakan proyektor, hasil kerja kita dapat dilihat khalayak ramai karena proyektor dapat menghasilkan gambar, tulisan dan video yang besar. Berikut beberapa fungsi dari proyektor, yang membantu kerja manusia:

  1. Proyektor digunakan untuk presentasi dibidang pendidikan, baik oleh pengajar maupun murid.
  2. Mempermudah audiens melihat hasil data. Misalnya : seminar
  3. Digunakan untuk iklan. Misalnya: Pameran
  4. Diguanakan  pada acara tertentu: Misalnya: Wisuda, Pernikahan, Ulangtahun
  5. Digunakan sebagai home teater
  6. Digunakan untuk membantu bisnis. Misalnya: promosi depan khalayak ramai
  7. Membantu Mc di suatu acara
  8. Membantu presentasi kesesama rekan kerja
  9. Mobile Professional
  10. Mempermudah kerja organisasi kampus atau sekolah dan lain sebagainya.

Selain fungsi diatas, sebenarnya sahabat dapat mengkreasikan proyektor untuk acara-acara tertentu. Misalnya saat mengajari murid TPA mengaji. Dengan mengunakan media proyektor, gambar yang besar dapat mengalihkan perhatian anak-anak terfokus kepada proyektor. disela-sela pembelajaran, sahabat dapat mengisi dengan video anak, baik itu tentang kisah-kisah nabi atau yang lain. Sehingga anak menjadi lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran TPA.

Proyektor terbagi menjadi beberapa jenis, berikut beberapa jenis proyektor:


    • Proyektor LCD

Proyektor LCD memiliki kelebihan yakni menampilkan gambar yang besar, sehingga proyektor jenis LCD menjadi pilihan untuk media presentasi. Dengan hasil gambar yang besar, banyaknya audiens dan besarnya ruangan tidak menjadi kendala pemateri ketika mengunakan proyektor jenis LCD.
Beberapa hal yang perlu sahabat perhatikan ketika mengunakan proyektor jenis LCD adalah terhubungnya LCD proyektor dengan sumber listirk, ketika menghidupkan dan mematikan proyektor pastikan jangan langsung mencabut dari sumbernya karena akan menghasilkan arus yang besar sehingga proyektor mudah rusak. Kabel data, Kabel data digunakan untuk menghubungkan proyektor LCD dengan laptop/komputer. Untuk jenis kabelnya, sahabat dapat mengunakan kabel USB (Universal Serial Bus) atau Paralel dan yang terakhir adalah power supply.

    • Proyektor CRT
Proyektor CRT menggunakan tabung yang biasanya terdapat pada televise zaman dahahulu. Pada proyektor CRT terdapat 3 tabung dengan warna yang berbeda-beda. Yaitu warna merah, hijau dan biru. Proyektor CRT serin disebut dengan Katoda ray Tube karena pengunaan tabung selama beberapa decade.
Untuk mendapatkan hasil gambar yang maksimal, proyektor CRT memerlukan ruangan yang gelap. Kebelbihan yang dimiliki oleh proyektor CRT adalah lamp life yang berumur panjang. Hanya saja, bentuknya yang besar menjadikan proyektor CRT sulit untuk dipindahkan, selain itu proyektor CRT membutuhkan ruangan yang besar untuk menempatkan proyektor. 


  • Proyektor DLP
Proyektor DLP (Digital Light Processing) bekerja dengan cara setiap kaca mewakili satu pixel gambar yang kemudian diproyeksikan kelayar. Dalam bahasa Indonesia DLP diartikan dengan pemprosesan cahaya digital. pada proyektor DLP, gambar yang diolah oleh kaca-kaca kecil kemudian menyusun dalam sebuah matrix diatas chip semikonduktor. Cara kerja ini dikenal dengan DMD atau Digital Micromirror Device.
Terdapat dua metode primer ketika sistem projeksi DLP menghasilkan  gambar berwarna yaitu mengunakan DLP tiga chip dan DLP chip tunggal. Bagaimana dengan jumlah kaca yang terdapat pada proyektor DLP? Jumlah kaca hampir sama dengan resolusi gambar yang diproyeksikan oleh proyektor yaitu 800×600, 1024×768, dan 1280×720 matrix.
Bagaimana cara kerja pada proyektor DLP? Cahaya yang akan diproyeksikan terlebih dahulu mengenai color filter yang bentuknya seperti roda. Warna-warna ini kemudian mengenai Digital Micromirror Device (DMD) dan kemudian diproyeksikan ke layar proyektor. bagaimana dengan bentuk DMD? Digital Micromirror Device atau DMD merupakan optical chip. Pada optical chip DMD terdiri dari 3 lapis cermin micro dan terpisahkan rongga udara sebesar -10 sampati +10 derajat.
  • Proyektor LCOS
Proyektor LCOS memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan proyektor LCD, resolusi yang dihasilkan juga termasuk tinggat tinggi yairu mencapai OXGA sekitar 2048x536 pixel. Hal ini didapat karena proyektor LCOS mengabungkan keunggulan dari dua proyektor yaitu LCD dan DLP.
  • Proyektor Digital
Pada proyektor digital, data dapat dikonversikan langsung dari komputer kesebuah layar melalui lensa. Sistem kerja pada proyektor digital menjadikan penonton mudah untuk menonton gambar dari DVD. Proyektor digital juga mempermudah pembisnis untuk mempresentasikan iklannya karena teknologinya yang modern, serta memegang peranan penting dalam sistem home teater.
Beberapa teknologi yang digunakan pada proyektor digital : LCD proyektor mengunakan gerbang cahaya, Texas Instruments teknologi DLP, Intensitas tinggi CRT.
  1. Proyektor OHP
Proyektor Overhead Projector merupakan transparansi yang digunakan untuk identifikasi pertama kali oleh polisi. Pada tahun 1950-an sekolah-sekolah dan dunia bisnis mulai menggunakan proyektor OHP untuk mendukung bidangnya. Bentuk dari proyektor OHP sangat sederhana. Sebuah kotak yang bagian atasnya terdapat landasan untuk meletakan transparasi. Proyektor OHP dapat menghasilkan cahaya yang amat terang sehingga penguna dapat menyalakan proyektor OHP diruangan biasa tanpa pengelapan.

Perkembangan Proyektor

Pada tahun 1671, Jesuit Athanasius menemukan magic lantem. Disinilah awal mula proyektor berkembang. Pada tahun 1838, William George Homer menemukan alat optic yang menjadikan gambar bergerak menjadi diam kemudian pada tahun 1891, Thomas Edison menemukan mesin untuk memutar bagian-bagian gambar yang menyorotkan cahaya ke layer. Awal mula penemuan ini mejadikan proyektor makin sering digunakan.

Istilah-istilah umum yang terdapat pada proyektor

Sahabat kahyangan, ketika mengunakan proyektor tentu sering mendengar istilah yang terdapat pada proyektor. sebenarnya apa sih maksud dari istilah tersebut? Berikut beberapa penjelasnnya:
  • ANSI Lumens
ANSI Lumens merupakan satuan dari kecerahan cahaya atau brightness. Dalam penyebutan brightness biasanya mengunakan ANSI Lumens. Misalnya: 2000-4000 lumens. Semakin tinggi lumens maka akan menghasilkan gambar yang jernih. Tetapi, sahabat tetap harus memperhatikan pengunaan ANSI Lumens, karena pemakaian brightness yang boros akan menyebabkan lamplife berumur pendek. Saat mengunakan proyektor, sahabat dapat mengunakan cahaya lingkungan untuk membantu pencahayaan pada proyektor.
  • Resolutions
Resolusi merupakan bagian terbesar dalam pixel yang terdapat pada tampilan layar. yang dimaksud dengan pixel adalah bagian terkecil dari gambar yang diproyeksikan. Semakin besar resolusi yang dimiliki proyektor maka gambar yang dihasilkan akan semakin jelas. Garis-garis yang tampil pada gambar semakin halus. Untuk sahabat yang ingin menikmati film, gunakan proyektor dengan resolusi yang tinggi.
Beberapa tipe dan ukuran resolusi, antara lain: Super Video Graphic Array (Resolusi 800x600 pixel, Aspect ratio 4:3), Extended Graphics Array (Resolusi 1024x768 pixel, Aspect Ratio 4:3), Wide Extended Graphics Array (Resolusi 280x800 pixel, Aspect Ratio 16:10),  High Definition Ready (Resolusi 280x720 pixel, Aspect Ratio 16:9),  Wide Ultra Extended Graphics Array (Resolusi 1920x1200 pixel, Aspect Ratio 16:10), Full High Definition (Resolusi 920x1080 pixel, Aspect Ratio 6:9), Super XGA (Resolusi 1400x1050 pixel, Aspect Ratio 4:3).
  • Contras Ratio
Contras ratio merupakan besarnya ketebalan warna yang dihasilkan proyektor sehingga terlihat jelas perbedaan antara warna hitam dengan gelap, warna putih dengan terang. Semakin tinggi contras ratio maka akan menghasilkan gambar yang semakin jelas warnanya. Bahkan warna object dan latar terlihat berbeda.
Untuk sahabat yang bekerja dibidang perfilman atau bioskop. Contras ratio sangat mempengaruhi hasil gambar. Dengan contras ratio yang baik maka warna gambar yang dihasilkan akan lebih menarik dipandang mata.
  • Aspek Ratio
Aspect ratio adalah perbandingan untuk gambar antara panjang dan lebar. Penulisannya dapat mengunakan decimal (panjang 38cm, lebar 18cm) ataupun perbandingan (4:3). Aspect ratio berguna untuk mendapatkan gambar yang seimbang antara panjang dan lebar.
  • Lamp Life
Lamp life merupakan usia dari lampu proyektor selama bekerja. Semakin muda usia lamp life atau umur proyektor maka akan semakin awet fungsi dari proyektor tersebut. Untuk beberapa proyektor, terdapat fitur INTELLIGENT ECO MODE yang berfungsi untuk mengatur lampu proyektor secara otomatis terang-redup sesuai dengan kondisi ruangan proyektor berada sehingga dapat menghemat penggunaan brightness dan listrik. Mode inilah yang berfungsi untuk menghemat pengunaan lamp life.

Bagaimana Lcd Proyektor Bekerja


Dunia hiburan, terutama perfilman mengalami perkembangan dan persaingan yang cukup ketat. Selain menghadirkan acara yang berbeda untuk menarik perhatian penonton, teknik dalam menyajikan film juga bermacam-macam. Dari hadirnya televise hingga proyektor home teater, hingga film 2D sampai 3D. Penyajian film dari tahun ketahun, menjadikan masyarakat tersihir dengan efek film 3D. kenapa? Pada penyajian film 3D, penonton akan merasakan sensasi sebagai bagian dari pemain film. Gambar yang tersaji terlihat sangat nyata dihadapan penonton.
Bagaimana dengan cara kerja proyektor 3D? Pada dasarnya proyektor 3D dilengkapi dengan kacamata khusus. Kacamata inilah yang memblok gambar pada mata kanan dan kiri secara bergantian dan cepat sehingga memberikan efek gambar yang nyata. Manusia memiliki anugerah kedua mata yang dengan sistem pengelihatan binocular, object yang memiliki jarak sekitar 6-7meter, membuat manusia mudah untuk menentukan jarak secara akurat. Misalnya: manusia dapat menentukan 2 temannya yang berdiri didepannya, manakah teman yang berdiri lebih jauh dan lebih dekat. Meskipun, mengunakan mata tertutup satu, manusia tetap dapat menentukan jarak object tapi tingkat keakuratan mulai menurun.
Kedua mata manusia memiliki jarak sekitar 5cm, meskipun demikian otak tetap dapat menghitung jarak dengan tepat, memperkirakan posisi serta kecepatan dari sistem yang ditangkap oleh binocular. Sahabat dapat mempraktekan kegiatan ini: taruh sebuah gambar dibawah mata dan lihatlah secara focus kemudian halangi dengan jari dan tetap focus terhadap gambar maka sahabat akan memperoleh gambar diantara 2 jari. Dari percobaan tersebut teknik 3D diadaptasi.
Pada proyektor 3D, gambar yang diproyeksikan kelayar menghasilkan 2 gambar sedangkan kacamata yang dipakai menghasilkan 1 gambar yang masuk kemata kanan dan kiri. Ada 2 sistem yang biasanya digunakan yaitu : Kacamata Merah-Biru dan Kacamata Merah-Hijau.
Teknologi yang digunakan untuk home teater 3D antaralain:
  1. Real D
Pada teknologi Real D dibutuhkan layar khusus yang dilapisi perak, hal ini dilakukan karena layar putih dapat menganggu polarisasi. Setiap frame seluloid yang ditampilkan pada teknologi Real D ditampilkan selama 3x perdetik sehingga menghasilkan 144 gambar perdetik. Kelebihan dari teknologi ini adalah efek 3D yang konsisten, meskipun kepala penonton sering bergerak, efek 3D tidak hilang. Hal ini disebabkan oleh struktur gelombang sirkular.
  1. Doubly 3D Digital Camera
Teknik ini bekerja dengan cara mengubah panjang gelombang cahaya sehingga gambar yang ditampilkan terpisah-pisah secara bergantian. Pada Doubly 3D Digital Camera terdapat sebuah color filter wheel yang berfungsi untuk menyesuaikan panjang gelombang cahaya, sehingga kacamata hanya menyesuaikan warna yang dihasilkan oleh color filter wheel.
  1. Double Projection
Pada teknik Double Projection dibutuhkan 2 proyektor untuk gambar mata kanan dan kiri. Pada teknik ini cahaya dipolarisasi melalui sebuah filter linier dan membutuhkan layar perak. Karena pengunaan 2 proyektor maka teknik ini menghasilkan brightness yang sangat besar sehingga biasa digunakan pada bioskop-bioskip imax.
  1. XPAND
Teknik XPAND bekerja dengan cara yang sederhana yaitu dengan sebuah proyektor dan lensa pengatur cahaya. Gambar yang dihasilkan memiliki pemisahan yang tegas antara mata kanan dan kiri tetapi teknik ini membutuhkan kaca mata dengan mengunakan baterai yang harus diganti untuk beberapa waktu karena berfungsi pada waktu tertentu.
Tahun 1952, teknik 3D mulai dikenalkan dibioskop tetapi karena teknik 3D yang belum terasa menjadikan 3D hanya berlaku selama 2tahun. Kini teknik 3D telah disajikan lebih baik serta terdapat beberapa pilihan teknik yang dapat sahabat nikmati saat menonton film 3D. meskipun ramai diperbincangkan, teknik 3D masih tergolong mahal untuk home teater.
Keunikan teknik 3D yang menjadikan penonton seperti pemain dalam film menjadikan film ini laris dipasaran. Saat film horror atau adventure diputar, penonton dapat merasakan ketakutan yang luar biasa sehingga memicu adrenalin dan setelah menonton film 3D, sahabat dapat merasakan efek yang berbeda dari film biasanya. Efek ini yang menjadikan sahabat lebih rilex setelah menonton film 3D. Demikian sahabat, cara proyektor 3D bekerja semoga bermanfaat ya, selamat beraktifitas sahabat.


Proyektor Digital Light Processing (DLP)



Proyektor merupakan alat optic yang biasanya digunakan untuk presentasi hingga menonton film. Kemampuan proyektor menghasilkan gambar yang besar dan suara yang jelas menjadikan alat optic ini laris digunakan dari waktu kewaktu, dan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Proyektor memiliki perkembangan teknologi dari waktu kewaktu seperti proyektor OHP, proyektor Cathode Ray Tube (CRT), Liquid Crystal Display (LCD), Digital Light Processing (DLP), Liquid Crystal on Silicon (LCoS). Setiap proyektor memiliki kekurangan serta kelebihan serta cara kerja yang berbeda-beda. Sahabat, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang teknologi proyektor DLP.

Pengertian DLP
DLP atau Digital Light Processing merupakan salah satu tipe proyektor yang menggunakan teknologi berbasis pada Digital Micromirror Device (DMD). Apa itu DMD? DMD merupakan teknologi yang mengunakan jutaan cermin super kecil, satu kaca mewakili satu cermin yang digunakan untuk memproyeksikan gambar. Pada proyektor DLP mengunakan single DMD chip sehingga menghasilkan contras yang lebih baik serta ringan. DMD chip merupakan chip processor yang digunakan untuk mengolah warna dan gambar dari input.
Jumlah cermin yang terdapat pada proyektor DLP sebanding dengan resolusi yaitu 800×600, 1024×768, dan 1280×720 matrix. Sahabat dapat membayangkan banyaknya jumlah cermin yang terdapat pada proyektor, hal inilah yang menyebabkan proyektor DLP memiliki gambar dengan kualitas warna terbaik. Kelebihan lain yang dimiliki proyektor DLP adalah bentuknya yang ringan sehingga mudah dibawa kemana-mana. Sahabat yang memiliki mobilitas tinggi dapat menjadikan proyektor DLP sebagai referensi.
Memiliki proyektor yang baik tentu menjadi dambaan setiap manusia, untuk itu ada baiknya sebelum membeli mengenali terlebih dahulu tipe proyektor yang cocok untuk kebutuhan. Dengan memiliki proyektor yang sesuai dengan kebutuhan, sahabat akan mendapatkan hasil proyeksi yang berkualitas serta fitur yang mendukung aktifitas. Demikian sahabat, sedikit informasi mengenai proyektor DLP dari team sewaproyektormurahjogja.com

PROYEKTOR



Proyektor merupakan alat optic yang dapat memproyeksikan gambar dalam ukuran besar sehingga mudah digunakan untuk kegiatan presentasi baik didalam maupun luar ruangan. Perkembangan teknologi dari waktu kewaktu menjadikan proyektor alat presentasi yang efektif dan efisien. Dengan mengunakan proyektor, pemateri dapat menyampaikan gagasan, ide hingga produk yang ditawarkan dalam waktu yang singkat dan peserta yang banyak. Selain itu, proyektor kini telah berkembang fungsinya menjadi home teater.

Dengan fungsi yang makin fleksible menjadikan alat optic ini memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga sahabat dapat berinvestasi melalui proyektor. Selain itu, proyektor juga dapat dijadikan media bisnis. Proyektor yang sahabat miliki, dapat disewakan atau dijadikan bisnis seperti karoke dan bioskop mini. Dengan proyektor yang sahabat miliki, sahabat dapat memiliki 2 keuntungan yaitu sebagai penguna proyektor aktif (mengunakan sebagai alat presentasi atau hiburan) dan penguna proyektor pasif (mengunakan proyektor sebagai media bisnis).

Pada perkembangannya, Menurut sistem display-nya proyektor memiliki beberapa tipe, antara lain:

  1. Cathode Ray Tube (CRT)

Proyektor CRT memiliki resolusi yang tinggi, dengan system kerja mengunakan lensa 3 warna Red, Blue, Green (RBG), proyektor ini menghasilkan resolusi yang lebih tinggi dengan pemakaian hingga 20.000 jam.

  1. Liquid Crystal Display (LCD)

LCD bekerja dengan cara pembiasan. LCD banyak digunakan diindonesia karena harganya yang relative murah serta memiliki stabilitas terhadap daya listik yang berbeda.

  1.  Digital Light Processing (DLP)

DLP mengunakan teknik DMD atau pengunaan jutaan mirror untuk memproyeksikan gambarnya sehingga menghasilkan gambar dengan warna yang baik dan jelas.

  1. Liquid Crystal on Silicon (LCoS)

Proyektor LCoS merupakan proyektor yang memadukan teknologi LCD dan DLP, teknologi ini cukup baru sehingga masih jarang digunakan karena harganya yang mahal dibandingkan jenis proyektor yang lain.

Selain menurut sistem display-nya proyektor juga diidentifikasikan menurut Fungsinya, antara lain:

  1. Home Theatre Projector

  1. Business Projector

  1. Office Projector
  1. Classroom Projector
  1. Multimedia Projector dsb

Adapula identifikasi Proyektor berdasarkan Bentuk atau Proporsi Physicalnya, a.l :


Adapun berdasarkan Native Resolution-nya, proyektor mempunyai beberapa tingkatan, a.l :




Contact Us

Phone :

0813-9105-2952

Alamat :

- Jl. Tukangan No.13, Tegal Panggung, Danurejan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55212

- Tahunan UH3 RT.10 Rw.02 No.188, Tahunan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55167

- Jl. Gayam No.11, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55165

Email :

spmj29@gmail.com